Kamis, 28 Februari 2019

Teks Deskripsi

Pengertian

Deskripsi adalah menguraikan atau melukiskan (wiyanto: 2014).

Kata deskripsi berasal dari bahasa latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya.

Sedangkan pengertian  deskripsi itu sendiri menurut para ahli adalah
Tulisan yang bisa melukiskan sebuah kisah dengan tujuan untuk mengajak pembaca memahami merasakan dan menikmati objek yang dibicarakan seperti suasana hati, orang aktivitas dan sebagainya (Tarigan : 1994)

Deskripsi juga bisa didefinisikan sebagai suatu wacana yang berusaha menyajikan suatu hal atau objek pembicaraan yang seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek tersebut se olah-olah berada di depan mata para pembaca (Keraf : 1995)


Tujuan


Tujuan teks deskripsi adalah membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan.

Pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.


Jenis - Jenis


a. Deskripsi Imajinatif/Impresionis 
Deskripsi imajinatif atau impresionis adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
 Contoh :

 Malam gelap gulita di hulu sungai Brantas. Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba alam jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-kali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamanya “raja gulita”.

b. Deskripsi faktual/ekspositoris
Deskripsi faktual/ekspositoris adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.

Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang.

Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca. Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, dan sebagainya.

Contoh :

 Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari- hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis, dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.
Pola pengembangan 

1. Deskripsi Spasial ( Paragraf ini menggambarkan objek kasus ruangan, benda, atau tempat )
Paragraf deskripsi spatial adalah paragraf yang topiknya berupa ruang atau tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat jelas kepada para pembacanya.

2. Paragraf Deskripsi Objektif 
Objektif bermakna apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, paragraf ini menggambarkan suatu objek dengan sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis.

3. Deskripsi subjektif ( Menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis )
Paragraf Deskripsi Subjektif Berbeda dengan paragraf deskripsi objektif, paragraf ini menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulis itu sendiri. Dengan kata lain, penulis menuangkan opini-opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut. 

Selasa, 22 Januari 2019

LITERASI BUKU FIKSI DAN NONFIKSI KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA SEMESTER 2 TA 2018 / 2019

Materi
            
A. Menemukan Unsur - Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi        
B. Membuat Peta Pikiran/Sinopsis tentang Isi Buku - Buku Fiksi/Nonfiksi           
C. Menelaah Hubungan Unsur - Unsur dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi
D. Menyajikan Tanggapan Terhadap Isi Buku        Fiksi/Nonfiksi

1. FIKSI

Fiksi adalah sebuah prosa naratif yang sifatnya imajinasi atau karangan non-ilmiah dari penulis dan bukan berdasarkan kenyataan. Dengan kata lain, fiksi tidak terjadi di dunia nyata dan hanya berdasarkan imajinasi atau pikiran seseorang.
Walaupun fiksi hanya imajinasi penulis, namun fiksi tetap masuk akal dan bisa mengandung kebenaran yang bisa mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Kata “Fiksi” bersal dari bahasa Inggris yaitu “Fiction” yang artinya rekaan atau khayalan.
Ada beberapa jenis karya seni yang termasuk dalam tulisan fiksi, diantaranya:
  • Novel
  • Cerpen
  • Sinetron
  • Drama
  • Telenovela
  • Film komedi
  • Dan lain-lain

Pengertian Fiksi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang arti fiksi, kita dapat melihat pendapat para ahli berikut ini:

1. Krismarsanti

Menurut Krismarsanti, fiksi adalah karang yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang.

2. Thani Ahmad

Menurut Thani Ahmad arti fiksi adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi pengarang dan tidak memperdulikan fakta sejarah.

3. Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.

4. Semi

Menurut Semi, pengertian fiksi adalah jenis narasi literer dan berupa cerita rekaan pengarang tanpa memperdulikan realitasnya.

Ciri-Ciri Fiksi

Mengacu pada pengertian fiksi di atas, kita dapat mengenali sebuah karya fiksi dari karakteristiknya. Berikut ini adalah ciri-ciri fiksi:
  1. Fiksi sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang
  2. Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak
  3. Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya
  4. Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku
  5. Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika
  6. Dalam karya fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu

Jenis-Jenis Fiksi

Setelah memahami pengertian fiksi dan ciri-cirinya maka kita juga dapat mengetahui apa saja jenis karya sastra yang termasuk dalam fiksi. Berikut ini beberapa jenis fiksi dalam karya sastra:

1. Novel

Pengertian Novel adalah suatu karangan fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama dengan pro dan kontra di dalam ceritanya, mulai dari awal hingga akhir novel yang memiliki klimaks atau ending.

2. Roman

Pengertian Roman adalah suatu karya fiksi yang menceritakan mengenai beberapa tokoh dalam alur ceritanya. Roman mengandung banyak hikmah dalam ceritanya dan cenderung mengarah pada cerita klasik.

3. Cerpen

Pengertian Cerpen adalah suatu karang fiksi yang isinya jauh lebih sedikit ketimbang roman maupun novel. Namun, cerpen memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menjadi pembelajaran awal bagi para penulis dalam membuat sebuah karya tulisan.

Contoh Cerita Fiksi

Berdasarkan ciri-ciri dan jenis fiksi yang dijelaskan di atas, berikut ini adalah beberapa contoh cerita fiksi:

1. Contoh Fiksi Roman

Ada banyak sekali karya sastra yang berbentuk roman. Selain itu, jenis-jenis Roman juga cukup banyak, misalnya Roman petualangan, Roman Psikologis, Roman percintaan, dan lain-lain.
Beberapa contoh karya sastra berbentuk Roman, yaitu:
  • Katak Hendak Jadi Lembu (Roman Psikologi)
  • Gadis Empat Zaman (Roman Percintaan)
  • Si Dul Anak Jakarta (Roman Anak dan     Remaja)
  • Neraka Dunia (Roman Pendidikan)
  • Mencari Pencuri Anak Perawan (Roman Kriminal dan Detektif)

2. Contoh Fiksi Novel

Sama halnya dengan Roman, karya sastra dalam bentuk Novel ada banyak sekali saat ini dan mudah kita temukan di toko buku. Beberapa contoh novel diantaranya adalah:
  • Dilan 1990
  • Siti Nurbaya
  • Tenggelamnya Kapal Vander Wick
  • Ketika Cinta Bertasbih

3. Contoh Fiksi Cerpen

Contoh cerita pendek (cerpen) sering kita temukan di media cetak Indonesia, misalnya koran dan majalah. Beberapa judul cerpen tersebut diantaranya:
  • Cinta Tak Kunjung Tiba
  • Oh Mama Oh Papa
2. NONFIKSI

Pengertian cerita nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya dan cerita nonfiksi ini bersifat informatif. Dalam buku nonfiksi yang dibuat membutuhan adanya pengamatan dan juga data, sehingga buku / cerita / isi yang ada didalamnya itu dapat dipertanggungjawabkan. Bahasa dari cerita / buku nonfiksi yang biasanya digunakan bahasa denotatif (bahasa sebenarnya), jadi para pembaca bisa langsung memahami maksud dari isi/cerita buku tersebut. Seperti yang dijelaskan diatas buku nonfiksi itu dibuat dengan berdasarkan pengamatan dan data yang sebenarnya maka buku nonfiksi sering dijadikan sebagai sumber informasi oleh si pembaca.

Contoh Nonfiksi :

1.Laporan ilmiah (Skripsi, disertasi, tesis) 
2.Buku pelajaran 
3.Buku Ensiklopedia 
4.Jurnal 
5.Biografi 
6.Esai 
7.Opini 
8.Pidato, dll.

Struktur Cerita NonFiksi


Struktur Cerita nonfiksi ini menceritakan kejadian yang sesungguhnya & yang jelas pada  cerita nonfiksi itu tidak terdapat imajinasi dalam pembuatanya. strukturnya adalah

1. Orientasi
2. Urutan peristiwa

Sumber :

Fiksi

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-fiksi.html

Nonfiksi

https://www.pendidikanku.org/2018/03/pengertian-cerita-fiksi-dan-nonfiksi.html